Kendari — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayah perairan, Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Latihan Search and Rescue (SAR) Laut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme dan respons cepat satuan dalam penanganan keadaan darurat, khususnya bencana alam yang terjadi di wilayah pesisir dan laut.
Latihan SAR Laut tersebut dilaksanakan secara terencana dan terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan, kedisiplinan, serta ketepatan prosedur. Dalam kegiatan ini, personel dilatih berbagai materi, antara lain teknik penyelamatan korban di laut, penggunaan peralatan SAR, evakuasi korban dari perairan, penanganan korban pascabencana, hingga koordinasi tim dalam situasi darurat. Seluruh rangkaian latihan dirancang menyerupai kondisi riil yang berpotensi terjadi saat bencana alam, seperti banjir, gelombang tinggi, maupun kecelakaan laut.
Komandan Batalyon B Pelopor menegaskan bahwa latihan SAR Laut ini merupakan bagian penting dari pembinaan kemampuan personel, mengingat wilayah Sulawesi Tenggara memiliki karakteristik geografis kepulauan yang rawan terhadap bencana alam di laut. Oleh karena itu, setiap personel dituntut memiliki kemampuan teknis, fisik, dan mental yang mumpuni agar mampu memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain meningkatkan keterampilan individu, kegiatan latihan ini juga bertujuan memperkuat soliditas dan kerja sama antarpersonel dalam satu tim. Dengan koordinasi yang baik dan pemahaman prosedur yang seragam, diharapkan pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
Melalui pelaksanaan Latihan SAR Laut ini, Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya untuk selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam. Kesiapan tersebut tidak hanya sebagai bentuk pengabdian kepada negara, tetapi juga sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, khususnya pada saat terjadi bencana alam.













