Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel dalam menghadapi situasi darurat, Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan latihan Search and Rescue (SAR) dengan materi teknik membawa korban. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemampuan yang rutin digelar guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.
Latihan ini difokuskan pada penguasaan teknik evakuasi korban secara tepat, cepat, dan aman, baik dalam kondisi sadar maupun tidak sadar. Berbagai metode diajarkan dan dipraktikkan secara langsung, mulai dari teknik one man carry, two man carry, hingga penggunaan tandu darurat dalam situasi medan sulit. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh keseriusan dan disiplin tinggi, mencerminkan komitmen kuat dalam meningkatkan kompetensi individual maupun kerja sama tim.
Komandan Batalyon C Pelopor dalam arahannya menegaskan bahwa kemampuan teknik membawa korban merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai setiap personel Brimob. Mengingat tugas-tugas kepolisian, khususnya Satuan Brimob, kerap bersinggungan dengan kondisi bencana alam, kecelakaan, maupun situasi kontinjensi lainnya, maka kesiapan fisik, ketepatan prosedur, dan kekompakan tim menjadi faktor utama dalam menyelamatkan jiwa manusia.
“Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional kita sebagai insan Bhayangkara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga bertujuan membangun naluri kemanusiaan serta respons cepat personel dalam menghadapi kondisi darurat. Dengan latihan yang berkesinambungan, diharapkan seluruh personel Batalyon C Pelopor senantiasa siap digerakkan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.
Melalui kegiatan latihan SAR materi teknik membawa korban ini, Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara kembali menegaskan komitmennya sebagai satuan elit Polri yang tidak hanya tangguh dalam penegakan hukum, tetapi juga sigap dan humanis dalam misi kemanusiaan. Situasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.













