KENDARI – Upaya nyata dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan terus digencarkan oleh jajaran kepolisian. Kali ini, Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sultra menunjukkan komitmennya melalui pengelolaan dan perawatan intensif kebun pangan yang tergabung dalam program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Markas Komando (Mako) mereka.
Program P2L yang dicanangkan oleh Detasemen Gegana ini bukan hanya sekadar kegiatan sampingan, tetapi menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan lokal dan mendukung instruksi Presiden RI mengenai penguatan sektor pangan nasional.
🌱 Perawatan Intensif Demi Hasil Optimal
Perawatan tanaman di lokasi P2L Detasemen Gegana dilaksanakan secara profesional dan berkelanjutan. Para personel Gegana yang ditugaskan secara khusus telah menerima pelatihan dasar pertanian organik dan teknik perawatan yang efektif.
Jenis tanaman yang dibudidayakan sangat beragam, mencakup kebutuhan pokok sehari-hari seperti sayuran daun (bayam, kangkung), sayuran buah (cabai, tomat, terong) dan beberapa jenis umbi-umbian.
Aspek Perawatan Kunci:
- Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Dilakukan dengan memprioritaskan penggunaan pestisida nabati atau organik yang dibuat sendiri, meminimalisir penggunaan bahan kimia.
- Pengairan Teratur: Menggunakan sistem irigasi sederhana yang efisien untuk memastikan setiap tanaman mendapatkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau.
- Pemupukan Organik: Pemanfaatan limbah dapur dan kotoran ternak sebagai kompos dan pupuk organik padat maupun cair (POC) untuk menjaga kesuburan tanah.
- Rotasi Tanaman: Menerapkan sistem penanaman bergilir untuk mencegah kejenuhan unsur hara tanah dan mengurangi risiko serangan hama spesifik.
Komandan Detasemen Gegana, menyampaikan bahwa disiplin dalam perawatan adalah kunci keberhasilan program ini. “Kami menerapkan kedisiplinan yang biasa kami gunakan dalam tugas, ke dalam merawat tanaman. Setiap pagi dan sore ada jadwal rutin pengecekan dan perawatan. Hasilnya, lahan yang dulunya kosong kini menjadi sumber pangan yang produktif,” ujarnya.













