Kendari – Dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan ibadah Sholat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Personel Komposit Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Operasi Ketupat Anoa 2026 melaksanakan kegiatan sterilisasi di sejumlah masjid yang berada di wilayah Kota Kendari.
Kegiatan sterilisasi tersebut merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya ancaman bahan peledak maupun benda mencurigakan lainnya di lingkungan tempat ibadah. Dengan mengedepankan profesionalisme dan standar operasional prosedur (SOP), personel Gegana melakukan penyisiran secara menyeluruh di area dalam maupun luar masjid.
Proses sterilisasi melibatkan unit Jibom (Penjinak Bom) yang dilengkapi dengan peralatan khusus, serta dukungan anjing pelacak (K9) untuk memastikan tidak adanya bahan berbahaya yang dapat mengganggu jalannya ibadah umat Islam. Setiap sudut masjid, mulai dari ruang utama, mimbar, tempat wudhu, hingga area parkir, diperiksa secara detail dan teliti.
Komandan Satuan Brimob Polda Sultra, Kombes Pol Agus Setiawan, S.I.K., melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Sterilisasi ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujarnya.
Selain melaksanakan sterilisasi, personel Brimob juga turut bersinergi dengan TNI, Polri kewilayahan, serta instansi terkait lainnya dalam rangka pengamanan terpadu selama pelaksanaan Operasi Ketupat Anoa 2026 di wilayah hukum Polda Sultra.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kota Kendari dapat menjalankan ibadah Sholat Idul Fitri dengan rasa aman dan penuh kekhusyukan, tanpa adanya gangguan kamtibmas. Kehadiran personel Gegana di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi dan mengayomi setiap warganya, khususnya dalam momen penting keagamaan.













