KENDARI – Suasana khidmat nan damai menyelimuti Markas Komando (Mako) Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada pagi hari perayaan Idul Adha. Di balik kelancaran dan kekhusyukan umat Muslim yang menunaikan ibadah shalat sunnah tersebut, terdapat potret indah toleransi beragama yang diwujudkan secara nyata oleh jajaran pengamanan kepolisian.
Pelaksana Harian (PLH) Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Satbrimobda Sultra, Kompol Dr. Gusti Komang Sulastra, S.H., M.H., turun langsung ke lapangan untuk memimpin jalannya operasi pengamanan. Kehadiran perwira menengah ini tidak hanya sekadar pemenuhan tugas institusional, melainkan menjadi representasi visual dari kokohnya fondasi toleransi antarumat beragama di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
Dengan nama dan latar belakang yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, dedikasi Kompol Gusti Komang Sulastra dalam menjaga keamanan ibadah umat Muslim menjadi pesan kuat tentang implementasi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan keyakinan sama sekali tidak menjadi sekat, melainkan justru menjadi jembatan pengikat rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air.
Sejak matahari belum sepenuhnya terbit, Kompol Gusti berserta puluhan personel Satbrimobda Sultra telah bersiaga di berbagai titik strategis di kawasan Mako Brimob. Skema pengamanan diterapkan secara komprehensif, meliputi pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi, sterilisasi area lapangan tempat berlangsungnya shalat berjamaah, hingga penjagaan di akses masuk jemaah. Seluruh prosedur ini dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan penuh senyum, memastikan setiap warga yang datang merasa aman, nyaman, dan disambut dengan hangat.
Kepemimpinan Kompol Gusti dalam operasi pengamanan ini menegaskan komitmen Satbrimobda Polda Sultra dalam merawat keberagaman. Langkah ini merupakan wujud nyata bahwa institusi kepolisian selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama, ras, maupun golongan.
Momentum Idul Adha yang identik dengan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial, selaras dengan semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh jajaran Satbrimobda Sultra. Pelaksanaan pengamanan ini bukan semata-mata tentang menjaga ketertiban fisik, melainkan juga tentang menjaga ruang batin masyarakat agar tetap dipenuhi rasa saling menghormati.
Hingga rangkaian shalat Idul Adha selesai dan jemaah mulai membubarkan diri untuk melanjutkan tradisi penyembelihan hewan kurban, situasi di kawasan Mako Satbrimobda Polda Sultra terpantau sangat kondusif. Kesuksesan pengamanan ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi beragama bukanlah sekadar jargon, melainkan praktik hidup sehari-hari yang terus dijaga dan ditingkatkan oleh Bhayangkara negara di Sulawesi Tenggara.













