Kendari – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup dari ancaman bahan berbahaya, Tim Patroli Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dampak limbah KBR terhadap lingkungan hidup. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danden Gegana Satuan Brimob Polda Sultra, Kompol Asri Diyni, S.E., M.M.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan oleh limbah Kimia, Biologi, dan Radioaktif apabila tidak dikelola secara tepat dan sesuai prosedur. Selain berpotensi merusak ekosistem, limbah KBR juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Patroli KBR memberikan edukasi mengenai berbagai jenis limbah berbahaya, cara mengenali indikasi pencemaran lingkungan akibat bahan kimia dan biologis, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan benda atau material yang dicurigai mengandung zat berbahaya. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pelaporan dini kepada pihak berwenang guna mencegah terjadinya dampak yang lebih luas.
Kompol Asri Diyni, S.E., M.M. menyampaikan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya limbah KBR merupakan salah satu langkah preventif yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya limbah Kimia, Biologi, dan Radioaktif. Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk meminimalisir risiko yang dapat mengancam kesehatan masyarakat maupun kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sultra memiliki personel yang terlatih dan kompeten dalam penanganan ancaman KBR. Oleh karena itu, sinergi antara aparat keamanan, instansi terkait, dan masyarakat sangat diperlukan guna menciptakan sistem deteksi dini serta penanganan yang cepat dan tepat apabila terjadi situasi yang berpotensi membahayakan lingkungan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penanganan limbah berbahaya. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan lingkungan dan keselamatan bersama.
Melalui kegiatan ini, Satuan Brimob Polda Sultra kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam upaya edukasi, mitigasi, serta pencegahan berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, serta terbebas dari dampak negatif bahan Kimia, Biologi, dan Radioaktif demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.













