KENDARI – Plh. Kabag Ops Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Kompol Dr. Gusti K. Sulastra, S.H., M.H., dipercaya menjadi narasumber dalam program Mimbar Agama Hindu yang diselenggarakan oleh Badan Penyiaran Hindu (BPH) Provinsi Sulawesi Tenggara dan disiarkan melalui TVRI Sulawesi Tenggara. Program ini merupakan media edukasi keagamaan yang bertujuan memperkuat pemahaman spiritual, moral, serta nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara bagi umat Hindu.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Dr. Gusti K. Sulastra menyampaikan materi yang menekankan pentingnya mengimplementasikan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan membangun karakter yang berintegritas, menjunjung tinggi toleransi, serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai luhur agama Hindu seperti Satya (kejujuran), Dharma (kebenaran dan kewajiban), serta Tat Twam Asi (aku adalah engkau) menjadi pedoman penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, saling menghormati, dan penuh rasa tanggung jawab. Menurutnya, pengamalan nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Kompol Dr. Gusti K. Sulastra mengajak seluruh umat Hindu untuk terus memperkuat semangat moderasi beragama, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, kita dapat membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghargai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Partisipasi Plh. Kabag Ops Sat Brimob Polda Sultra sebagai narasumber dalam Mimbar Agama Hindu ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran Polri tidak hanya berperan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga aktif mendukung pembangunan karakter bangsa melalui penyebaran nilai-nilai moral, spiritual, dan kebangsaan.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam kehidupan, sehingga mampu memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Sulawesi Tenggara.













